Rabu, 02 Juni 2010

LISTRIK DINAMIS

Standar kompetensi

Menerapkan konsep kelitrikan dalam berbagai penyelesaian masalah dan berbagai produk teknologi.

Kompetensi dasar

Menggunakan alat ukur listrik

Memformulasikan besaran-besaran listrik rangkaian tertutup sederhana.

Mengidentifikasi penerapan listrik AC dan DC dalam kehidupan sehari-hari.

Indikator

  1. Membedakan jenis dan fungsi alat ukur listrik
  2. Menjelaskan cara memasang dan membaca alat ukur kuat arus dan tegangan
  3. Menggunakan amperemeter dan voltmeter dalam rangkaian.
  4. Menjelaskan factor-faktor yang mempengaruhi besar hambatan suatu penghantar.
  5. Menjelaskan besar dan arah kuat arus listrikdalam rangkaian sederhana.
  6. Memformulasikan besaran hambatan dalam rangkaian seri maupun parallel.
  7. Menjelaskan tegangan yang tertera pada alat ukur listrik dan mampu menghitung energi dan daya yang terpakai pada alat listrik.
  8. Memformulasikan besaran tegangan dalamrangkaian tertutup sederhana dengan menggunakan hukum kirchoof I dan II.
  9. Membedakan tegangan AC dan DC dalam bentuk grafik yang dihasilkan osiloskop.
  10. Menjelaskan bentuk rangkaian AC yang digunakan dalam rumah-rumah.
  11. Menunjukkan penerapan listrik AC dan DC dalamkehidupan sehari-hari.

RINGKASAN MATERI

1. ALAT UKUR LISTRIK.

Alat ukur listrik yang sering kita gunakan diantaranya adalah amperemeter , voltmeter, avometer/multitester dan osiloskop.Amperemeter merupakan alat yang digunakan untuk mengukur kuat arus listrik . Voltmeter merupakan alat yang digunakan untuk mengukur tegangan. Multitester merupakan alat yang dapat digunakan untuk mengukur arus, tegangan maupun hambatan listrik. Osiloskop digunakan untuk mengukur tegangan baik arus AC maupun DC. Pada layar osiloskop terlukis bentuk gelombang, selain itu osiloskop digunakan untuk mengukur frekuensi listrik.

Ampermeter.

Amperemeter merupakan alat ukur kuat arus listrik yang dicirikan dengan simbol A. Untuk mengukur arus yang melewati hambatan amperemeter harus dipasang seri dengan hambatan yang mau diukur kuat arusnya seperti terlihat pada gambar. Untuk pengukuran kuat arus listrik dengan akurat, amperemeter harus memiliki hambatan yang sekecil-kecilnya, sebab hambatan besar pada sebuah amperemeter mengubah besar arus yang akan diukur.

Ada kalanya arus yang akan diukur melebihi batas ukur maksimum ampermeter. Untuk memperbesar batas ukur amperemeter dipasang suatu hambatan yang parallel dengan ampermeter yang dinamakan hambatan shunt.Misalkan batas ukur maksimum amperemeter adalah IA. Kemampuan mengukur arus dapat diperbesar menjadi n kali sehingga mampu mengukur arus:

I

I = n IA atau n = ───

IA

Di mana n = Pelipatan batas ukur maksimum

I = Batas ukur maksimum yang baru.

IA = batas ukur maksimum yang lama.

Besarnya hambatan shunt yang harus dipasang pada amperemeter untuk memperbesar batas ukur adalah :

RA

Rsh = ─────

( n - 1 )

Di mana : Rsh = Hambatan parallel yang dipasang( hambatan shunt)

RA = hambatan dalam amperemeter.

n = pelipatan batas ukur

Voltmeter

Voltmeter adalah alat pengukur beda potensial( tegangan ) antara dua titik. Untuk mengukur beda potensial antara dua titik pada suatu komponen, kedua terminal voltmeter harus dihubungkan dengan kedua buah titik yang tegangan akan diukur sehingga terhubung parallel dengan komponen tersebut seperti pada gambar.

Untuk pengukuran tegangan yang akurat , voltmeter harus memiliki hambatan yang besar, maka arus yang melewati voltmeter akan sangat kecil sehingga pengaruh voltmeter pada rangkaian kecil

Sama dengan ampermeter ada kalanya tegangan yamg akan diukur menggunakan voltmeter melebihi batas ukur maksimum.Untuk memperbesar batas ukur voltmeter dipasang hambatan dalam secara seri dengan voltmeter tersebut.Hambatan dalam ini dinamakan hambatan muka ( Rm). Misalkan batas ukur voltmeter Vv akan diperbesar menjadi n kali sehingga kemampuan mengukur tegangan menjadi :

V

V = n Vv atau n = ───

Vv

Di mana V = Batas ukur maksimum yang baru.

Vv = Batas ukur maksimum yang lama.

n = Pelipatan batas ukur

Besarnya hambatan muka yang harus dipasang pada voltmeter untuk memperbesar batas ukur adalah:

Rm = ( n -1 )Rv

Di mana Rm = Hambatan muka

RV = hambatan dalam voltmeter

n = Pelipatan batas ukur.

2. ARUS LISTRIK DAN KUAT ARUS LISTRIK

Arus listrik merupakan gerakan atau aliran muatan listrik. Arus listrik timbul karena adanya gaya gerak listrik (ggl).Ggl dapat diperoleh dari baterai, aki dan lain-lain. Ggl disebut juga sumber tegangan yang menimbulkan beda potensial sehingga arus listrik mengalir dalam suatu rangkaian.Arah arus listrik sesuai dengan arah muatan positif berlawanan arah dengan arah muatan negative.

Kuat arus listrik(I) adalah jumlah muatan yang melewati penampang tiap satuan waktu.Kuat arus listrik dirumuskan :

∑ q n e

I = ──── = ───

t t

Di mana I = kuat arus listrik ( amper ) / C/s

q = jumlah muatan (c )

t = selang waktu yang dibutuhkan.(s)

n = jumlah elektron

e = muatan electron = - 1,6 x 10 -19 c.

3. HUKUM OHM

George simon ohm seorang ilmuwan berkwbangsaan jerman pada tahun 1826 berhasil menemukan hubungan antara besarnya beda tegangan denan kuat arus listrik yang mengalir pada suatu penghantar.Selanjutnya dikenal sebagai hukum Ohm yang berbunyi :

“ kuatarus listrik yang timbul pada suatu penghantar berbanding lurus dengan beda potensial atau tegangan kedua ujung penghantar.”Persamaannya :

V

R = ───

I

Di mana R = Hambatan (ohm / volt ampere)

V = Tegangan

I = Kuat arus listrik.

Hubungan antara tegangan v dengan kuat arus listrik I, sebagaimana dinyatakan dalam hukum ohm, dapat dinyatakan dengan diagram V-I. Oleh karena hubungan antara V dengan I linier maka diagram V-I cenderung berupa garis lurus seperti dilukiskan pada gambar.

4. HAMBATAN PENGHANTAR

Dari hukum ohm dapat dinyatakan bahwa hambatan suatu penghantar adalah hasil bagi antara tegangan dengan arus listrik yang ditimbulkan. Hambatan suatu penghantar dapat diukur dengan mengukuir tegangan pada ujung-ujung penghantar dan kuat arus yang mengalir dalam penghantar.

Secara umum beberapa faktor yang mempengaruhi besar kecilnya hambatan listrik pada sebuah kawat penghantar adalah L:

  1. Jenis bahan yang ditentukan oleh ρ(hambat jenis suatu penghantar).
  2. Panjang penghantar (l)
  3. Luas penampang(A).
  4. Suhu (T).

Dari hasil percobaan yang dilakukan diperoleh hasil bahwa besar kecilnya hambatan listrik suatu penghantar dinyatakan :

l

R = ρ ────

A

Dari persamaan diatas belum terlihat bahwa suhu berpengaruh terhadap hambatan . Dari percobaan para ahli didapatkan hubungan :

ρ = ρ0 (1 + α ΔT)

Di mana ρ = Hambatan jenis pada suhu T(Ω m)

ρ0 = Hambatan jenis pada suhu awal /mula-mula (Ω m)

α = Koefisien suhu hambatan jenis.

ΔT = Perubahan suhu.

Karena hambatan listrik R berbanding lurus dengan hambatan jenis maka berlaku :

R = R0 ( 1 + α ΔT)

Di mana R = Hambatan pada suhu T (Ω)

R0 = hambatan pada suhu T0 atau suhu mula-mula sebelum dipanaskan.

5. SUSUNAN HAMBATAN /RANGKAIAN HAMBATAN

Dalam rangkaian listrik komponen-komponen listrik dapat dirangkai dengan berbagai cara dengan tujuan tertentu. Kita mengenal dua jenis rangkaian yaitu seri dan parallel.

Rangkaian Seri

Pada gambar dibawah ditunjukkan 3 buah resistor dirangkai secara seri dan dihubungkan dengan suatu sumber tegangan V. Arus listrik yang mengalir pada ketiga hambatan adalah sama yaitu I. Tetapi tegangan pada tiap-tiap hambatan berbeda sesuai dengan hambatannya.

V1 = I R1

V2 = I R2

V3 = I R3

Karena V = V1 +V2 + V3

Maka V = I R1 + I R2 + I R3

V = I ( R1 +R2 + R3 )

Jika Rs menyatakan nilai hambatan yang setara dengan rangkaian seri ketiga hambatan,maka persamaan diatas menjadi:

V = I Rs dengan kata lain Rs = R1 + R2 + R3

Apabila terdapat n penghambat yang di rangkai seri maka nilai hambatan total atau nilai hambatan pengganti :

RS = R1 + R2 + R3 +………+ Rn

Rangkaian Paralel

Pada gambar di bawah ditunjukkan 3 buah resistor/hambatan yang disusun parallel dan dihubungkan dengan sumber tegangan V. Arus yang masuk ke titik percabangan a sama dengan arus yang keluar dari titik cabang b sesuai dengan hokum Kirchoof I sebesar I.Arus pada masing-masing penghambat sebesar I1, I2 dan I3. beda potensialketiga penghambat sama besar sama yaitu sebesar v maka :

V v v

I1 = ─── I2 = ── I3 = ──

R1 R2 R3

Perbandingan kuat arus pada masing-masing Hambatan :

V V V

I1 : I2 : I3 = ── : ─── : ───

R 1 R2 R3

Menurut hukum I kirchof :

I = I1 + I2 + I3

V V V

I = ── + ─── + ───

R1 R2 R3

1 1 1

I = V ( ── + ── + ─── )

R1 R2 R3

Jika R menyatakan nilai hambatan yang setara dengan hambatan rangkaian parallel ketiga penghambat maka persamaan diatas menjadi :

i

I = V ( ───)

Rp

1 1 1 1

─── = ─── + ─── +─────

Rp R1 R 2 R3

Apabila terdapat n penghambat yang dirangkai parallel maka, nilai hambatan totalnya dapat dinyatakan dengan persamaan ;

1 1 1 1 1

─── = ──── + ───── + ──── +……….. + ───

Rp R 1 R 2 R3 Rn

6. HUKUM I KIRCHOFF

Hukum I kirchoff mengemukakan hukum pada rangkaian listrik bercabang yanga menyatakan :

“ Jumlah arus yang masuk pada sebuah titik percabangan sama dengan jumlah arus yang meninggalkan titik percabangan itu “

Pada gambar di bawah melukiskan titik percabangan P pada suatu bagian rangkaian listrik.

Arus yang masuk ke titik P adalah I 1 dan I2 sedangkan arus yang keluar dari titik P adalah I3 , I4 dan I5 . Berdasarkan hukum I Kirchoff ;

I1 + I2 = I3 + I4 + I5 atau I1 + I2 - I3 - I3 – I5 = 0

Berdasarkan hukum I Kirchoff dapat dinyatakan bahwa pada rangkaian tidak bercabang kuat arus pada setiap titik sama besar.

7. HUKUM II KIRCHOFF

Apabila pada suatu rangkaian listrik terdapat satu atau lebih sumber arus dan penghambat ataupun komponen-komponen listrik yang lain sehingga rangkaian itu merupakan rangkaian tertutup oleh kirchoff dinyatakan sebagai :

“ Pada rangkaian tertutup, jumlah aljabar ggl (gaya gerak listrik) sumber arus dengan penurunan Potensial(hasil perkalian antara kuat arus dan hambatan) sama dengan nol”

Pernyataan diatas dikenal sebagai hukum II kirchoff yang secara matematis dirumuskan sebagai:

∑ E + ∑(IR) = 0

Di mana : E = ggl sumber arus (V)

I = Kuat arus (A)

R = Hambatan (Ω)

Aturan untuk menggunakan hukum II kirchoff adalah sebagai berikut ;

  1. Pilih loop untuk masing-masing lintasan tertutup dengan arah tertentu. Pada dasarnya pemilihan arah arus bebas, namun jika memungkinkan usahakan searah dengan arah arus.
  2. Jika pada suatu cabang arah loop sama dengan arah arus, maka penurunan tegangan IR bertanda positif, sedangkan bila berlawanan arah maka penurunan tegangan IR adalah negative.
  3. Bila saat mengikuti arah loop, kutub sumber tegangan yang lebih dulu dijumpai adalah Kutub positif, maka ggl ε bertanda positif, sebaliknya bila kutub negative yang dijumpai terlebih dahulu maka ggl ε bertanda negative.

8.GAYA GERAK LISTRIK DAN TEGANGAN JEPIT.

Pada dasarnya sebuah baterai dapat dinyatakan dengan sebuah gaya gerak listrik(ggl) dan sebuah hambatan dalam r seperti pada gambar.

Apabila baterai dihubungkan dengan sebuah hambatan luar R maka gaya gerak listrik adalah teganganb pada terminal AB pada saat sakelar s terbuka, yaitu pada saat baterai tidak mencatu arus listrik. Sedangkan tegangan jepit V AB adalah tegangan pada terminal AB pada saat sakelar s tertutup, yaitu pada saat baterai mencatu arus listrik. Hubungan antara gaya gerak listrik dan tegangan jepit VAB dapat dijabarkan sebagai berikut.

Pada saat sakelar S tertutup rangkaian diatas merupakan rangkaian tertutup sehingga berlaku hukum II Kirchoff :

∑ε + ∑ (I R) = 0

+ I r + I R = 0 ……… (i)

Pada persamaan (i) nilai I R merupakan tegangan penggunaan luar sumber arus yang disebut tegangan jepit VAB.

VAB = I R jadi persamaan (i) dapat ditulis :

-ε + Ir + VAB =0 atau VAB = ε - Ir

Dari persamaan (i) juga diperoleh bahwa :

ε

I = ─── …….(ii)

R +r

Dengan mensubtitusi persamaan (ii ) ke persamaan VAB = I R diperoleh rumus :

VAB = I R

ε

= ──── R

R + r

E R

= ────

R + r

E

VAB = ─────

1 + r/ R

Susunan seri Sumber tegangan

Untuk memperoleh sumber tegangan atau ggl yang lebih besar maka sumber tegangan disusun secara seri. Seperti pada gambar .

Untuk n buah sumber tegangan yang dihubungkan secara seri,maka sumber tegangan pengganti akan memiliki ggl seri sebesar :

εs = ε1 + ε2 + …… +εn

dan hambatan dalam pengganti serisebesar :

rs = r1 + r 2 +…… + rn

Pada kasus yang sering dijumpai adalah n buah sumber tegangan sejenis di rangkai secara seri artinya sejenis disini adalah memiliki ggl yang sama dan hambatan dalam yang sama sehingga berlaku :

εs = dan rs = n r

Dengan demikia kuat arus yang mengalir ke hambatan R pada gambar diatas adalah :

εs n ε

I =────── = ──────

R + rs R + n r

Susunan parallel sumber tegangan

Beberapa sumber tegangan juga dapat disusun secara parallel. Pada susunan ini ggl tidak berubah tetapi kemampuan untuk menghasilkan arus listrik lebih besar. Susunan tersebut terlihat seperti pada gambar.

Untuk n buah sumber tegangan yang dihubungkan secara parallel ggl-nya tidak berubah sehingga :

Ε = ε = ε =........ = ε

Dengan hambatan dalam pengganti

1 1 1 1

── = ── + ── + ……. +──

rp r1 r2 rn

Dalam kasus yang sering dijumpai sumber tegangan yang digunakan sejenis maka apabila disusun parallel berlaku :

r

εp = ε dan r p = ──

n

Sehingga kuat arus yang mengalir melalui hambatan R adalah ;

εp ε

I = ───── = ─────

R + rp R + r/n

9. ENERGI DAN DAYA LISTRIK

Gambar di bawah menunjukkan rangkaian tertutup yang terdiri dari sebuah sumber tegangan V dan sebuah hambatan R. Bila hambatan dilalui aruslistrik I maka hambatan menjadi panas karena tumbukan antara muatan yang mengalir dengan electron konduktor.Dengan kata lain muatan yang mengalir ( q ) dengan adanya beda potensialV memberikan energi (w) sebesar :

W = q V Mengingat q = I t maka ;

W = V I t Mengingat V = I R

W = I2 R t

V2

= ── t

R

Daya listrik ( P) didefinisikan sebagai energi listrikpersatuan waktu secara matematis dirumuskan :

W V2

P = ─── = V I = I 2 R = ───

t R

Dimana : W = Energi listrtrik ( Joule)

q = Muatan listrik (Coulomb)

V = Tegangan (Volt)

I = Arus listrik (Ampere)

R = Hambatan ( (ohm)

t = Waktu ( Sekon)

P = daya (Watt)

Untuk hambatan listrik yang konstan besardaya listrik sebanding dengan kuadrat

Tegangan ataupun kuadrat arus tampakseperti kurva berikut ;

Hubungan antara watt, joule dan kilo watt hour(KWh)

joule

1 Watt = ─── 1 joule = 1 Watt sekon

Sekon

1 Kwh = 1000 Watt x 3600 sekon

= 3,6 x 106 watt sekon

= 3,6 x 106 Joule.

Alat untuk mengukur energi listrik dinamakan kwh- meter, sedang alat untuk mengukur energi listrik disebut watt meter.

Spesifikasi Peralatan listrik

Peralatan listrik yang ada dirumah seperti lampu, setrika , kulkas,radio dan lain-lain di desain dengan spesifikasi tertentu. Pada peralatan listrik biasanya tertulis 100 W/ 220V tulisan tersebut berarti daya listrik yang dipakai alat tersebut tepat 100 w jika menggunakan tegangan tepat 220 V.Apabila tegangan yang digunakan lebih kecil maka daya yang dihasilkan lebih kecil dari 100 W..

Pada umumnya hambatan peratan listrik dianggap tetap sehingga dayanya sebanding dengan kuadrat tegangan sesuai dengan hubungan :

V2 2

P2 = ( ──) x P1

V1

Di mana P2 = Daya sesungguhnya yang diserap alat.

P1 = Daya yang tertulis pada alat

V2 = Tegangan sesungguhnya yang diberikan pada alat.

V1 = Tegangan yang tertulis pada alat.

Dari spesifikasi yang tertulis kalian juga bias menentukan besar hambatan alat yang dirumuskan :

V2

R = ───

P

Di mana R = Hambatan pengganti alat listrik

V = Tegangan yang tertulis pada alat

P = Daya yang tertulis pada alat.

Tegangan AC dan Tegangan DC

Gerakan muatan listrik atau sering disebut arus listrik dibedakan menjadi dua yaitu arus searah ( DC = Direct Current) dan arus bolak-balik(AC = Alternating current). Tegangan DC dihasilkan oleh sumber tegangan DC misalnya generator dc, baterai dan akumulator.Sedangkan tegangan AC dihasilkan oleh sumber tegangan AC misalnya generator AC. Tegangan listrik yang disediakan oleh PLN merupakan tegangan AC. Tegangan dc dapat pula dihasilkan dari tegangan AC setelah melalui penyearah atau adaptor.. Pada tegangan DC arus mengalir dalam satu arah. Sedangkan pada tegangan AC arus litrik mengalir senantiasa berbalik arah secara teraur atau periodik.

Untuk membedakan tegangan AC dan DC di gunakan suatu alat yang disebut Osiloskop.Osiloskop mencatat tegangan listrik setiap detik dalam bentuk grafik, sehingga pada osiloskop terdapat layar .sumbu vertical menggambarkan tegangan V dan sumbu horizontal menggambarkan waktu t.

Layar osiloskop dibagi atas 8 kotak skala besar dalam arah vertical dan 10 kotak dalam arah horizontal.Tiap kotak di buat skala yang lebih kecil.Dengan tampilan osiloskop dapat diketahui arus apa yang mengalir , arus AC atau arus DC. Pada arus AC grafiknya sinusoidal dan pada arus DC hanya berupa garis lurus seperti gambar diatas.

LATIHAN SOAL

1. Jika setiap menit muatan 720 C melalui kawat dengan hambatan 5 ohm. Berapa beda potensial ujung-ujung kawat.

2. Jika arus 4 ampere mengalir dalam kawat yang ujung-ujungnya mempunyai beda potensial 12 volt. Berapa besar muatan yang mengalir melewati kawat tiap menit.

3. Grafik dibawah menunjukkan kuat arus yang mengalir dalam suatu hambatan R, R sebagai fungsi waktu. Berapa banyak muatan listrik yang mengalir dalam hambatan selama 6 sekon pertama.

4. Berapa kuat arus yang ditunjukkan ampermeter seperti gambar dibawah.

5. Suatu amperemeter mempunyai daya ukur maksimum 50 mA dan tahanannya 100 ohm. Bila ingin mengukur arus 10 A maka berapa hambatan shun yang harus di pasang.

6. Suatu voltmeter mempunyai hambatan dalam 1000 ohm dan batas ukur maksimum 10 volt. Supaya batas ukurnya menjadi 100 volt, berapa hambatan muka yang harus dipasang.

7. Sebuah galvano meter yang hambatannya 50 ohm akan mengalami simpangan maksimum jika dilalui arus 0,01 A. Agar dapat digunakan untuyk mengukur tegangan hingga 100 V berapa hambatan muka yang harus dipasang.

8. Kawat penghantar panjangnya 3,14 m, berdiameter 2 mm dan memiliki hambat jenis 4,8 x 10 -8 ohm meter. Tentukan a). besar hambatan kawat b). Besar hambatan jika kawat dilipat dan dipilin.

9. Sebuah kawat yang panjangnya 2m memiliki jari-jari 1,2 mm. jika hambatan jenis kawat 1,7 x 10-8 ohm meter. Berapa hambatan listrik kawat tersebut.

10. Suatu logam mempunyai hambat jenis 2 x 10 -6 ohm meter pada suhu 25 °c . Tentukanlah hambatan jenis logam tersebut pada suhu 100 °c jika koefisien suhunya 0,004 / °C.

11. Apabila beberapa hambatan di susun seperti pada gambar dibawah besar hambatan pengganti R pq adalah…….

12. Perhatikan rangkaian di atas. Apabila I1 sebesar 0,5 a berapa besar tegangan VAB dan VCD.

13. Dari rangkaian listrik dibawah besar arus pada hambatan 3 ohm adalah……

14. Perhatikan rangkaian di bawah. Arus yang melewati lampu( L ) 12 watt 12 volt adalah…..

15.Perhatikan rangkaian dibawah ini.

Berapakuat arus pada hambatan 5 ohm.

16. Dari rangkaian di bawah dapat dihitung kuat arus I adalah…..

17. Suatu rangkaian dialiri arus listrik searah seperti gambar. Besar arus I4 dan I 6 ……

18. Dari rangkaian dibawah I1 , I2 , I3 dan VAB

19. Tiga buah baterai masing-masing mempunyai ggl 1,5 V dan hambatan dalam masing-masing 0,1 ohm disusun secara seri.Ujung-ujung baterai dihubungkan dengan hambatan luar 4,4 ohm. Tentukan a). I pada hambatan luar b). Tegangan jepit susunan baterai. C) tegangan jepit masing-masing baterai.

20. Tiga buah resistor masing-masing besarnya 3 ohm, 4 ohm, dan 6 ohm dihubungkan parallel, lalu kedua ujungnya dihubungkan ke sebuah baterai yang gglnya 8 volt dan hambatan dalam 2/3 ohm. Berapa tegangan jepit rangkaian.

21. Sebuah pesawat televise dihubungkan dengan sumber tegangan 220 Volt selama 5 jam. Apabila kuat arus 2 A, berapa energi listrik yang terpakai.

22. Pada alat pemanas tertulis 300 watt, 220 volt. Bila alat tersebut dipasang pada sumber tegangan 110 Volt berapa energi yang diserap tiapsekon.

23. Sebuah rumah tangga menggunakan alat-alat listrik 400 watt dan rata-rata tiap hari dipakai 5 jam. Apabila tariff listrik 150 rupiah per Kwh. Berapa rekening listrik yang harus dibayar tiap bulan (30 hari.

24. Sebuah lampu pijar bertuliskan 80 watt, 220 V dipasang pada sumber tegangan 110 V berapa daya lampu pijar sesungguhnya.

25. Suatu tungku listrik digunakan untuk mendidihkan air pada suhu 100 C Tungku tersebut memerlukan arus 2 A pada tegangan 220 V. Berapa Waktu yang diperlukan untuk mendidihkan air itu dari suhu 30 C sampai 100 C jika massa air 200 gram dengan kalor jenis 4,2 J/g C.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar